Syarat Pernikahan Islam

Untuk mencapai pernikahan syah dan benar menurut ajaran Islam, ada 7 syarat pernikahan utama yang harus dipenuhi oleh kedua calon pengantin. Syarat-syarat tersebut adalah:

Wali yang Sah

Calon pengantin perempuan harus memiliki wali yang sah. Wali yang sah adalah ayah kandung yang dengan alas an tertentu dapat digantikan oleh saudara laki-laki atau paman dari ayah atau ibu. Ayah angkat atau tiri tidak diperkenankan menjadi wali. Wali tersebut juga haru beragama Islam, tidak mempunyai halangan dalam perwaliannya, dan memiliki hak atas perwalian tersebut.

Keikhlasan Kedua Calon Pengantin

Pernikahan ditujukan lebih dari sekadar menyatukan dua insan dan dua keluarga. Pernikahan dalam Islam merupakan suatu ibadah, dan pada akhirnya akan membawa manusia pada tingkat kehidupan yang lebih baik, oleh karena itu keikhlasan kedua calon pengantin menjadi salah satu syarat pernikahan yang penting. Tidak boleh ada paksaan dan bersedia saling menerima.

Belum Pernah Berhubungan Intim

Syarat ini merupakan syarat penting. Pernikahan merupakan ikatan suci yang harus dilandasi dengan niatan dan tindakan yang suci pula. Berhubungan intim sebelum menikah meruapakn tindakan yang menodai kesucian pernikahan tersebut. Oleh karena itu, calon pengantin dilarang melakukan hubungan intim sebelum sah menikah menurut Islam.

Bebas Halangan Menikah

Kedua calon pengantin hendaknya memenuhi beberapa syarat pernikahan seperti bukan saudara sekandung, sesusuan, atau persemendaan, tidak sedang dalam ibadah haji atau umrah, tidak berbeda agama, tidak dalam talak ba’in kubra, dan beberapa syarat lain yang juga mengatur calon pengantin pria dan wanita secara individu.

Mahar atau Mas Kawin

Syarat pernikahan ini berupa benda yang dibeirkan kepada pengantin wanita sebagai tanda jadi dan tanda sah untuk berhubungan intim. Syarat ini pun sering kali dipengaruhi adat setempat sehingga jenis benda yang diberikan dapat beranke ragam. Setiap daerah memiliki aturan yang berbeda, dan hal ini memperkaya prosesi akad nikah.

Khutbah Nikah dan Ijab Kabul

Khutbah hendaknya disampaikan oleh pemimpin akad nikah dengan tujuan membekali kedua pengantin dengan nasihat bijak untuk menempuh kehidupan yang baru. Sealin khutbah, ijab Kabul atau doa sumpah menerima nikah juga harus diucapkan dengan benar sebelum akhirnya disahkan.

Saksi Pernikahan

Syarat pernikahan yang terakhir adalah hadirnya wali di sepanjang prosesi pernikahan. Saksi hendaknya berjumlah dua orang lelaki dewasa yang sudah akil baligh, dan mengerti makna akad nikah. Keduanya harus hadir langsung dalam proses pernikahan dan menyaksikan jalannya prosesi dari awal hingga akhir.

Syarat pernikahan di atas hanya merupakan rangkuman kecil. Setiap unsur dan detilnya telah diatur dengan seksama dalam ajaran agama Islam dengan tujuan memberi petunjuk jalan yang baik bagi kedua pengantin untuk memulai kehidupan berumah-tangga.

syarat pernikahan (161),syarat pernikahan dalam islam (153),Khutbah Nikah Singkat (56),syarat pernikahan islam (43),pengertian khutbah nikah (12),syarat-syarat pernikahan (3),syarat - syarat pernikahan (2),syarat menjadi pengantin (2),syarat syarat sebelum jadi pengantin (1),syarat syarat pernikahan (1),syarat yang di wajibkan di pernikahan (1),syarat pernikahan secara islam (1),contoh khutbah nikah singkat padat (1),syarat menjadi calon pengantin (1),syarat khutbah nikah (1),syarat formil melakukan pernikahan (1),undangan pernikahan tni (1)